Sabtu, 26 November 2011

Lingkungan sebagai sumber belajar


Sumber Dan Bahan Ajar
 
1.            Pengertian Sumber dan Bahan Bahan Ajar
Sumber belajar dapat dirumuskan sebagai segala sesuatu yang dapat Memberikan kemudahan belajar, sehingga diperoleh sejumlah informasi, pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang diperlukan.Dalam hal ini nampak adanya beraneka ragam sumber belajar yang masing-masing memiliki kegunaan tertentu yang mungkin sama atau bahkan berbeda dengan sumber belajar lain.( Mulyasa 2005:177)
Yang dimaksud dengan sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh siswa untuk mempelajari bahan dan pengalaman belajar sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. (Sanjaya, 2007 : 172)
Sedangkan yang dimaksud dengan bahan belajar adalah segala sesuatu yang mengandung pesan yang akan disampaikan kepada siswa (Sanjaya,2007:173)
2.            Pengembangan Sumber Belajar
Derasnya arus informasi yang berkembang di masyarakat menuntut setiap orang untuk bekerja keras agar dapat mengikuti dan memahaminya ,kalau tidak kita akan ketinggalan jaman.Demikian halnya dalam pembelajaran di sekolah, untuk memperoleh yang optimal dituntut tidak hanya mengandalkan terhadap apa yang ada di dalam kelas , tetapi harus mampu dan mau menelusuri aneka ragam sumber belajar yang diperlukan. Guru dituntut tidak hanya mendayagunakan sumber-sumber belajar yang ada di sekolah(apalagi hanya membaca buku ajar) tetapi dituntut untuk mempelajari berbagai sumber belajar, seperti majalah, surat kabar, dan internet.Hal ini penting,agar apa yang dipelajari sesuai dengan kondisi dan perkembangan masyarakat,sehingga tidak terjadi kesenjangan dalam pola piker peserta didik.
Sumber belajar dapat dirumuskan sebagai segala sesuatu yang dapat Memberikan kemudahan belajar, sehingga diperoleh sejumlah informasi, pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang diperlukan.Dalam hal ini nampak adanya beraneka ragam sumber belajar yang masing-masing memiliki kegunaan tertentu yang mungkin sama atau bahkan berbeda dengan sumber belajar lain.
Peran guru bukan semata-semata memberikan informasi, melainkan juga mengarahkan dan memberi fasilitas belajar (directing and facilitatingthe learning ) agar proses belajar lebih memadai. Pembelajaran mengandung arti setiap kegiatan yang dirancang untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan atau nilai yang baru. (Sagala dan saiful, 2007: 100)

Dari berbagai sumber belajar yang ada dan mungkin di dayagunakan. Dalam pembelajaran sedikitnya dapat dikelompokkan sebagai berikut.
1).          Manusia (people), yaitu orang yang menyampaikan pesan pengajaran secara langsung; seperti guru, konselor, administrator, yang diniati secara khusus dan disengaja untuk kepentingan belajar(by design). Disamping itu. Ada pula orang yang tidak diniati untuk kepentingan pembelajaran tetapi memiliki suatu keahlian yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pembelajaran, misalnya penyuluh kesehatan,polisi,pemimpin perusahaan,dan pengurus koperasi. Orang-orang tersebut tidak diniati, tetapi sewaktu-waktu bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pembelajaran(learnig resources by utilization).
2).          Bahan(material), yaitu sesuatu yang mengandung pesan pembelajaran; baik yang diniati secara khusus seperti film pendidikan, peta, grafik, buku paket,dan sebagainya, yang biasanya disebut media pengajaran(instructional media), maupun bahan yang bersifat umum; seperti film dokumentasi Pemilu Presiden bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pembelajaran.
3).          Lingkungan(setting), yaitu ruang dan tempat ketika sumber-sumber dapat berinteraksi dengan para peserta didik. Ruang dan tempat yang diniati secara sengaja untuk kepentingan , misalnya ruang perpustakaan, ruang kelas, laboratorium, dan ruang mikro teaching. Disamping itu ada pula ruang dan tempat yang tidak diniati untik kepentingan belajar, namun bisa dimanfaatkan;misalnya museum kebun binatang, kebun raya, candi, dan tempat-tempat beribadat.
4).          Alat peralatan(tools and equipment), yaitu sumber belajar untuk produksi dan memainkan sumber-sumber lain.Alat dan peralatan untuk produksi misalnya kamera untuk produksi foto, dan tape recorder untuk rekaman. Sedang alat dan peralatan yang digunakan untuk memainkan sumber lain, misalnya proyektor film, pesawat tv, danpesawat radio.
5).          Aktivitas(activities), yaitu sumber belajar yang merupakan kombinasi antara suatu teknik dengan sumber lain untuk memudahkan(facilitates)belajar,misalnya pembelajaran berprograma merupakan kombinasi antara teknik penyajian bahan dengan buku;contoh lainnya seperti simulasi dan karyawisata.( Mulyasa 2005:177-178)

Berdasarkan aneka ragam sumber belajar diatas, sumber belajar yang tersedia disekolah antara lain adalah : Perpustakaan, media massa, para ahli bidang studi, dan sumber-sumber masyarakat. Beberapa sumber belajar seperti perpustakaan selalu terdapat hamper di setiap tempat, demikian juga museum, meskipun jumlahnya terbatas. Sistem komunikasi yang sudah maju akan memberi kemudahan dalam mendayagunakan sumber-sumber tersebut. (Mulyasa 2005 : 179)
Media massa merupakan sumber belajar yang menyajikan informasi terbaru mengenai suatu hal. Informasi tersebut belum sempat dimuat sumber berupa buku, meskipun buku terbitan terbaru. Radio televise, surat kabar dan majalah merupakan sumber-sumber informasi terbaru mengenai kejadian-kejadian didaerah, ditingkat nasional, dan dunia. Tugas guru yang paling utama dalam hal ini adalah membimbing siswa agar dapat mendayagunakan dan memilih program yang sesuai dengan pembelajaran dan tingkat usianya. Ini penting karena tayangan-tayangan di media massa  seperti yang berlangsung sekarang cenderung merusak moral peserta didik. Jika orang tua dan guru tidak pandai-pandai mengarahkan anaknya, maka tayangan-tayangan di media massa akan merusak kepribadiannya. (Mulyasa 2005 :181)
Salah satu sumber terbaik untuk mendapatkan informasi mengenai suatu wilayah adalah orang – orang  yang tinggal di sekitar wilayah itu, Dalam kaitannya dengan sumber belajar yang ada dimasyarakat, UNESCO memberikan pengertian terhadap lingkungan, sumber belajar masyarakat, dan nara sumber, meskipun ketiganya digunakan dalam konteks pengkajian lingkungan dan masyarakat sebagai sumber belajar. Pengertian yang diberikan UNESCO tersebut adalah sebagai berikut :
a.             Lingkungan yang meliputi faktor-faktor fisik,biologi,sosio ekonomi,dan budaya yang berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung,dan berinteraksi dengan kehidupan seseorang.
b.            Sumbar masyarakat yang meliputi setiap unsur atau fasilitas yang ada di masyarakat dan dapat memberikan kemudahan-kemudahan belajar.
c.             Ahli-ahli setempat diartikan sebagai orang yang memiliki pengetahuan khusus dalam masyarakat tertentu. (Mulyasa 2005 :181-182).

Pendayagunaan sumber belajar dalam pembelajaran memiliki arti yang sangat penting, selain melengkapi, memelihara, dan memperkaya khasanah belajar, sumber belajar juga dapat meningkatkan aktivitas dan kreativitas peserta didik, yang sangat menguntungkan baik bagi guru maupun bagi peserta didik. Pendayagunaan sumber belajar secara maksimal, memberikan kemungkinan untuk menggali berbagai jenis ilmu pengetahuan yang sesuai dengan bidang kajian, sehingga pembelajaran senantiasa”up to date”, dan mampu mengikuti akselerasi teknologi dan seni dalam masyarakat yang mengglobal. 


3.            Manfaat Sumber Belajar
Manfaat dari setiap sumber belajar bergantung pada kemauan dan kemampuan guru dan peserta didik untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan pesan-pesan yang terkandung dalam sumber belajar yang didayagunakan.
Pada hakekatnya tidak ada satu sumber belajarpun yang dapat memenuhi segala macam keperluan. Oleh karena itu berbicara sumber belajar perlu dipandang dalam arti luas, jamak dan beraneka ragam. Dalam pemilihan suatu sumber belajar, yang pertama kli harus diperhatikan adalah kesesuaiannya dengan tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran. Dengan kata lain bahwa sumber belajar tersebut dipilih dan digunakan dalam pembelajaran hanya apabila sesuai dan menunjang tercapainya tujuan, disamping factor-faktor lainnya. Secara umum kegunaan sumber belajar dapat dikemukkan sebagai berikut :
a.             Merupakan pembuka jalan dan pengembangan wawasan terhadap proses pembelajaran yang ditempuh. Disini sumber belajar merupakan peta dasar yang perlu dijaga secara umum agar wawasan pembelajaran yang dikembangkan dapat dipahami lebih awal.
b.            Sebagai pemandu materi pembelajaran yang dipelajari, dan langkah-langkah orerasional untuk menelusuri secara lebih teliti materi dasar secara tuntas.
c.             Memberikan berbagai macam ilustrasi dan contoh yang berkaitan dengan pembelajaran dan pembentukan kompetensi dasar.
d.            Memberikan petunjuk dan deskripsi tentang hubungan antara apa yang dikembangkan dalam pembelajaran, dengan ilmu pengetahuan lainnya.
e.             Menginformasikan sejumlah penemuan baru yang pernah diperoleh orang lain sehubungan dengan pembelajaran yang sedang dikembangkan.
f.             Menunjukkan berbagai permasalahan yang timbul sebagai konsekuensi logis dari pembelajaran yang dikembangkan, yang menuntut adanya kemampuan pemecahan dari para guru dan peserta didik. (Mulyasa 2005 :182-183).

Kebijakan sentralisasi sektor pendidikan, secara teoritik memudahkan untuk melakukan kontrol terutama pencapaian standart mutu yang diharapkan. Akan tetapi pada kenyataanya, etos guru dalam mengajar tidak semuannya sesuai dengan harapan, karena mereka mengejar pencapaian target kurikulum, bukan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran.
Untuk kepentingan itulah, pemerintah menggulirkan berbagai paket kebijakan pendidikan yang secara keseluruhan meupakan rangkaian utuh. Salah satu kebijakan tersebut adalah Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang bertujuan menekankan pencapaian kompetensi-kompetensi yang ditentukan oleh sekolah.  
Menurut Dakir Kurikulum adalah:
 Suatu program pendidikan yang berisikan berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar yang diprogramkan, direncanakan dan dirancang secara sistematik atas dasar norma-norma yang berlaku yang dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi tenaga kependidikan dan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan. (2004: 3)

Sedangkan dalam Sistem Pendidikan Nasional diugkapkan bahwa “kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu”. (2003: 5 )
Dari beberapa pendapat di atas, kurikulum merupakan salah satu alat pendidikan guna mengatur bahan pelajaran ataupun materi pelajaran yang akan disampaikan kepada siswa agar siswa memiliki ilmu pengetahuan, kurikulum ini juga sebagai pedoman bagi penyelenggara suatu kegiatan belajar mengajar dalam suetu lembaga pendidikan (sekolah).
Pembelajaran menurut Dimyati dan Mudjiono adalah kegiatan guru secara terprogram dan terencana dalam desain intruksional, untuk membuat peserta didik belajar secara aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar. (Sagala dan saiful, 2007: 101)
Pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara sengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi- kondisi khusus atau menghasilkan respons terhadap situasi tertentu.”
Selanjutnya Syaiful Sagala , menyatakan bahwa pembelajaran mempunyai dua karakteristik, yaitu : “ Pertama, dalam proses pembelajaran melibatkan proses berfikir. Kedua, dalam proses pembelajaran membangun suasana dialogis dan proses Tanya jawab terus menerus yang diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berfikir siswa , yang pada gilirannya kemampuan berfikir itu dapat membantu siswa untuk memperoleh pengetahuan yang mereka konstruksi sendiri. “ (Sagala,2003 : 63 )
Sedangkan arti kompetensi adalah perpaduan antara pengetahuan antara keterampilan dan sikap nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. Kebiasaan berfikir dan bertindak ini dilakukan secara terus-menerus hingga memungkinkan seseorang menjadi kompeten, dan memiliki pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai untuk melakukan sesuatu.
Untuk mencapai kompetensi itulah seorang guru harus mampu menggunakan berbagai pendekatan dalam mengelola pembelajaran salah satunya adalah belajar dengan menggunakan pendekatan lingkungan yang berarti berarti peserta didik mendapatkan pengetahuan dan pemahaman dengan cara mengamati sendiri apa-apa yang ada di lingkungan sekitar,baik di lingkungan rumah maupun di lingkungan sekolah.dalam pada itu peserta didik dapat menanyakan sesuatu yang ingin di ketahui kepada orang lain di lingkungan mereka yang di anggap tahu tentang masalah yang di hadapi.
Guru sudah selayaknya dapat menjadikan sekolah sebagai tempat tumbuh suburnya potensi anak, diperlukan berbagai fasilitas belajar yang memadai seperti ruang kelas dan perlengkapannya, laboratorium dengan perlengkapannya, perpustakaan dengan perlengkapannya, media dan alat peraga, alat-alat olah raga, alat-alat kesenian, dan berbagai perlengkapan maupun fasilitas lainnya yang digunakan untuk keperluan belajar peserta didik. Untuk terlaksananya proses pendidikan disekolah dengan baik diperlukan sejumlah sarana, prasarana, dan perlengkapan fasilitas sekolah yang memadai sehingga proses pendidikan dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Aktivitas mengatur sumber daya, tenaga dan biaya untuk menunjang berlangsungya pendidikan.
Memberikan layanan secara prfesional di bidang sarana dan prasarana pendidikan dalam rangka terselenggaanya proses pendidikan secara efektif dan efisien. Secara rinci tujuannya adalah :
a.       Untuk mengupayakan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan melalui system perencanaan dan pengadaan yang hati-hati dan seksama
b.      Mengupayakan pemakaian sarana dan prasarana sekolah secara tepat dan efisien
c.       Mengupayakan pemeliharaan sarana dan prasaan sekolah, sehingga keberadaannya selalu dalam kondisi sisp pakai dalam setiap diperlukan oleh semua personal sekolah. (Sagala dan saiful, 2007: 117)

Berkaitan dengan pendekatan lingkungan ini,UNESCO (1980) mengemukakan jenis-jenis lingkungan yang dapat di dayagunakan oleh peserta  didik untuk kepantingan pembelajaran:
a.       lingkunan yang meliputi factor-faktor fisik,biologi,sosio ekonomi,dan budaya yang berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung,dan berinteraksi dengan kehidupan peserta didik.
b.      sumbar masyarakat yang meliputi setiap unsure atau fasilitas yang ada dalam suatu kelompok masyarakat.
c.       c.ahli-ahli setempat yang meliputi tokoh-tokoh masyarakat yang memiliki pengetahuan khusus dan berkaitan dengan kepentingan pembelajaran.

Pembelajaran berdasarkan pendekatan lingkungan dapat di lakukan dengan dua cara:

a.         Membawa peserta didik ke lingkungan untuk kepentingan pembelajaran.hal ini bisa di lakukan dengan metode karya wisata,metode pemberian tugas,dan lain-lain.
b.        Membawa sumber-sumber dari lingkungan ke sekolah (kelas)untuk kepentingan pembelajaran.sumber tsb bisa sumber asli,seperti nara sumber,bisa juga sumber  tiruan ,seperti model,dan gambar.
c.        Guru sebagai pemandu pembelajaran dapat memilih lingkungan dan menentukan cara – cara yang tepat untuk mendayagunakannya dalam kegiatan pembelajaran. Pemilihan tema dan lingkungan yang akan didayagunakan hendaklah didiskusikan dengan peserta didik. (Mulyasa, 2006:1001-1002)

Dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) guru bukan merupakan faktor yang besar pengaruhnya bahkan sangat menentukan berhasil tidaknya peserta didik dalam belajar. Melainkan guru diharapkan untuk mampu menjadi fasilitator dan mitra belajar bagi siswa sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman.
Setiap guru profesional harus menguasai pengetahuan yang mendalam dalam spesialisasinya. Pengusaan pengetahuan juga merupakan syarat yang penting di samping keterampilan lainnya. Sebagai pengajar guru dituntut untuk memiliki seperangkat pengetahuan dan keterampilan dan pembelajarannya di samping menguasai ilmu dan bahan yang akan diajarkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar