Jumat, 25 November 2011

aktivitas belajar


  Aktivitas Belajar Siswa

1.        Pengertian Aktivitas Belajar

Dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia “Aktivitas” Adalah kegiatan, kesibukan, keaktifan (Yasyin, 1997:22).
Belajar adalah tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif lengkap sebagai hasi pengalaman dan lnteraksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif (Syah, 2004:92). Sedangkan menurut Saiful Bahri Djamarah belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa dan raga untuk memperoleh suatu peruibahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif dan psikomotorik (2002:13). Dan belajar juga dapat diartikan proses perubahan yang tidak hanya perubahan lahir akan tetapi juga perubahan batin  (Mustaqim,1991:62).
Dari beberapa devinisi diatas dapat difahami bahwa aktivitas belajar adalah kegiatan yang dilakukan untuk mencapai sesuatu perubahan tingkah laku baik yang menyangkut pengetahuan, keterampilan maupun sikap bahkan meliputi segenap aspek organisme atau pribadi.

2.        Macam-Macam Aktivitas Belajar

Adapun Aktivitas belajar disini dibagi menjadi dua:

a.       Aktivitas Belajar di Sekolah
Menurut Djamarah  dan Aswan dalam bukunya “Strategi Belajar Mengajar” mengemukakan  lingkungan sekolah merupakan tempat yang diorganisasi dimana dilaksanakan proses belajar mengajar. Lingkungan ini diatur serta diawasi agar kegiatan belajar mengajar sesuai dengan tujuan (2002:33).
Seperti tertuang dalam Undang-Undang Sisdiknas No. 20 tahun 2003 tentang fungsi dan tujuan pendidikan nasional maka fungsi pendidikan nasional adalah sebagai berikut:
 Pendidikan nasioanal berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradapan bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. (2003:7).

Untuk mencapai tujuan tersebut maka diperlukan usaha yang terarah dan terencana dari semua komponen yang ada. Sekolah sebagai lembaga pembelajaran menanamkan nilai-nilai, membentuk manusia yang berbudi, pekerja luhur lewat manusia. Siswa sebagai peserta didik merupakan subyek dan obyek dari pendidikan dalam usaha mencapai tujuan dengan melakukan berbagai aktivitas belajar.
Adapun beberapa aktivitas belajar disekolah yang akan dibahas antara lain:

1)        Mendengarkan
Mendengar atau mendengarkan adalah menangkap atau menerima suara melalui indera pendengaran (Sagala, 2002:126).
Mendengarkan adalah salah satu aktivitas belajar. Setiap orang yang belajar disekolah, pasti ada aktivitas mendengarkan karena ketika seorang guru menggunakan metode ceramah, maka setiap anak didik atau siswa diharuskan mendengarkan apa yang disampaikan oleh guru. Aktivitas mendengarkan  tidak lepas dari aktivitas mencatat (Djamarah, 2002:38).
Aktivitas mendengarkan bukanlah satu-satunya aktivitas belajar, karena pada penderita tunarungu tidak menggunakan aktivitas mendengarkan, tetapi hanya melalui visual.
Akan tetapi tidak dapat disangkal bahwa aktivitas mendengarkan adalah aktivitas yang diakui dalam dunia pendidikan dan pengajaran. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat al-A’raf ayat 204:
 
Artinya: “Dan apabila dibacakan Al-Qur’an maka dengarkanl­ah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar mendapat rahmat (QS. Al-A’raf : 204) (DEPAG, 1995:256)
.
Adapun manfaat dari aktivitas mendengarkan adalah sebagai berikut:
a.       Anak didik mengetahui dan memahami ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh guru ketika guru memberikan penjelasan dengan suara atau dengan metide ceramah.
b.      Dengan mendengarkan anak didik juga dapat secara langsung memasukan informasi yang telah didapat kedalam memori ingatanya tanpa harus membaca.
2)        Mencatat
Agar ilmu yang diperoleh tidak lenyap begitu saja harus dicatat dengan baik dan teratur dalam buku. Karena untuk menjaga kemungkinan dari sifat lupa dan salah yang dimiliki dari dalam manusia.
Oleh karena itu siswa hendaknya mempunyai cacatan yang baik dan teratur. Adapun catatan yang baik tidak semua apa yang diucapkan guru dicatat, akan tetapi catatan itu merupakan hasil pengolahan fikiran terhadap apa yang disajikan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan.
Sebagaimana diterangkan oleh Djamarah dalam buku Psikologi Belajar, dijelaskan bahwa mencatat termasuk aktivitas belajar yaitu apabila dalam mencatat orang menyadari kebutuhan dan tujuannya serta menggunakan seperangkat alat tertentu agar catatannya nanti berguna bagi pencapaian tujuan belajar (2002:40).
Dalam kaitanya dengan aktivitas belajar, mencatat mencatat juga termasuk di dalamnya, karena seperti diketahui bahwa dengan mencatat anak didik dapat membaca kembali dan mempelajari pelajaran yang telah didapat dalam kegiatan belajar, selain itu siswa juga dapat lebih mudah untuk belajar, karena dalam kegiatan mencatat anak juga melakukan kegiatan membaca, manfaat lain dari mencatat adalah lebih praktis karena biasanya hasil mencatat merupakan ringkasan dari pokok pokok masalah atau inti sari dari materi yang dipelajari.   
3)        Bertanya
Bertanya adalah suatu strategi yang digunakan secara aktif oleh siswa untuk menganalisis dan mengeksplorasi gagasan-gagasan pribadi (Nurhadi, Dkk, 2003:45).
Sedangkan kemampuan bertanya tidak lain adalah skemampuan siswa untuk mempersoalkan (Problem Posing) yang dimulai dari persoalan dalam wujud pertanyaan sehingga dala diri siswa terdapat keinginan untuk mengetahui melalui proses belajarnya (Suparno, Dkk, 2002:43).
Kunci dari ilmu pengetahuan adalah pertanyaan, karena dalam suatu kegiatan bertanya banyak sekali hal-hal yang belum dimengerti siswa dapat difahami dan diperjelas oleh jawaban yang diperoleh dari guru atau dari siswa yang lain. Seperti yang difirmankan oleh Allah SWT dalam Surat Al-Anbiya’ Ayat 7:


  
Artinya: “... Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahuinya. (Depag, 1995:496)

Oleh karena itu bertanya juga termasuk aktivitas belajar yang dapat menggali suatu pengetahuan ketika menemui kesulitan..
b.      Aktivitas Belajar di Rumah
Rumah atau keluarga merupakan suatu tempat pendidikan yang pertama dan utama sebelum peserta didik belajar disekolah yang mengajarkan kepada anak pengetahuan akan Allah, pengalaman tentang pergaulan manusia dan kewajiban mengembangkan tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain (Drost, 2005: 54).
Demikian pula ketika telah memasuki lembaga pendidikan formal atau sekolah untuk mencari ilmu pengetahuan, maka ketika mereka pulang dari sekolah mereka tetap harus mendapatkan pendidikan dan pengajaran di rumah.
Keluarga merupakan komponen terkecil dari masyarakat, yang memiliki tanggung jawab untuk mendidik, mengajar dan melatih anak-anak sehingga rumah tangga berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Bahkan secara kuantitatif waktu peserta didik dirumah lebih banyak dari pada di sekolah. Dengan demikian keluarga lebih banyak memiliki kesempatan untuk memberikan pengertian dan pengajaran kepada anak.
Ngalim Purwanto berpendapat bahwa dalam pendidikan anak sekolah hanya melanjutkan pendidikan anak-anak yang telah dilakukan orang tua di rumah. Berhasil tidaknya pendidikan di sekolah bergantung dan dipengaruhi oleh pendidikan dalam keluarga. pendidikan keluarga adalah fundamen atau dasar pendidikan anak selanjutnya (2000:79).
Berdasar uraian di atas ada beberapa pokok bahasan yang akan dijelaskan berkaitan dengan aktivitas belajar di rumah antara lain:
1)         Mengerjakan PR
Pekerjaan rumah merupakan tugas yang diberikan oleh guru kepada siswa untuk diselesaikan di rumah, baik secara individual maupun secara kelompok.
Adanya aktivitas belajar di rumah ini dapat membantu perkembangan siswa teritama dalam ranah kognitifnya, karena dengan begitu siswa dapat mengerjakan tugas atau pekerjaan yang diberikan oleh guru di rumah dengan baik. Disamping itu pekerjaan rumah membantu siswa dalam memanfaatkan waktu luang dan mengembangkan kemandirian dan kreativitas siswa diluar pengawasan guru. Sehingga siswa tidak lalai sebagai pelajar yang harus belajar.
Maka dari itu siswa diharapkan mampu belajar sendiri di rumah disamping belajar di sekolah karena aktivitas belajar di rumah merupakan rangkaian belajar di sekolah.
2)         Membaca
Aktivitas membaca adalah aktivitas yang paling banyak dilakukan selama  belajar. Membaca disini tidak mesti membaca buku-buku, tetapi juga membaca majalah, koran, tabloid, jurnal-jurnal penelitian, catatan hasil belajar atau hal-hal lain.
Dengan membaca maka terbukalah pintu menuju ilmu pengetahuan. Ini berarti untuk mendapatkan ilmu pengetahuan harus memperbanyak membaca. ( Djamarah, 2002:41)
Oleh karena itu membaca merupakan salah satu aktivitas belajar yang tidak boleh ditinggalkan oleh setiap pelajar. Bila ditinjau dari sudut agama membaca mempunyai pengaruh yang sangat kuat untuk memperoleh pengetahuan.
Hal ini sesuai dengan firman Allah yaitu Surat Al-‘Alaq ayat 1-5:
 

 
Artinya:   “Bacalah dengan (menyebut) nama tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah yang maha pemurah. Yang mengajar (Manusia) dengan perantara kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya” (Depag, 1995:1079).

3)         Mengingat
Menurut Abu Ahmadi dan W. Supriyono mengingat yang disadari atas kebutuhan serta kesadaran  untuk mencapai tujuan belajar lebih lanjut adalah termasuk aktivitas belajar. Apalagi apabila mengingat hal itu berhubungan dengan aktivitas-aktivitas belajar lainnya (2004:137).
Mengingat merupakan suatu daya untuk menyimpan dan mengeluarkan kesan-kesan yang disebut juga sebagai daya ingatan. Sesuatu yang penting dalam proses belajar mengajar bagi siswa adalah mengingat kembali pelajaran yang telah diberikan oleh seorang guru di sekolah.
Sifat ingatan setiap orang berbeda-beda, ada yang dapat menyimpan kesan-kesan dalam waktu yang lama dan sebaliknya, begitu juga siswa. Dengan demikian siswa mampu mengingat kembali pelajaran yang sudah diterima di sekolah,  sehingga mempermudah siswa belajar. Mengingat merupakan aktivitas belajar di rumah yang seringkali dilakukan siswa. Bahkan tidak jarang tes yang diberikan kepada siswa dengan menggunakan tehnik hafalan dimana menghafal membutuhkan proses mengingat, sehingga jika dapat mengingat dengan baik dapat menentukan keberhasilah siswa dalam belajar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar